BAB I
MEMAHAMI STRUKTUR DAN FUNGSI CPU
1.
STRUKTUR CPU (ALU,CU,REGISTER)
Arithmetic and
Logic Unit (ALU), bertugas membentuk fungsi – fungsi
pengolahan data komputer. ALU sering disebut mesin
bahasa (machine language) karena
bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa
mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya, ALU
terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika
dan unit logika boolean, yang masing–masing memiliki spesifikasi
tugas tersendiri
Control Unit, yang bertugas untuk
mengontrol operasi CPU dan secara keselurahan mengontrol
komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja
antar komponen dalam menjalankan fungsi –
fungsi operasinya. Termasuk dalam tanggung jawab
unit kontrol adalah mengambil instruksi
– instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi
tersebut.
Register adalah media penyimpanan internal CPU
yang digunakan saat proses pengolahan data. Memori ini bersifat sementara,
biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk
pengolahan selanjutnya.
CPU interconnection, adalah sistem koneksi dan
bus yang menghubungkan komponen internal CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan
register – register dan juga
dengan bus – bus eksternal CPU yang menghubungkan dengan sistem
lainnya, seperti memori utama, piranti masukan/keluaran
2.
ORGANISASI PROSESSOR
Processor sering di sebut sebagai “otak komputer” dan
merupakan pusat pemrosesan intruksi-intruksi program.
Kegiatan yang harus dilakukan processor adalah :
1. Fetch Intruction =
Mengambil Intruksi
2. Interpret Intruction
= Menerjemahkan Intruksi
3. Fetch Data =
Mengambil Data
4. Process Data =
Mengolah Data
5. Write Data = Menulis
Data
Agar
dapat melakukan kegiatan di atas processor sebaiknya :
1. CPU perlu menyimpan data untuk
sementara waktu.
2. CPU perlu mengingat lokasi
intruksi terakhir sehingga dapat mengambil intruksi berikutnya.
3. CPU perlu menyimpan intruksi dan
data untuk sementara waktu pada saat eksekusi intruksi sedang berlangsung.
4. CPU memerlukan register atau
memori internal berukuran kecil.
3.
REGISTER INTERNAL (Program Counter, Accumulator, Indeks register dan Stack
pointer)
1.
Program Counter (PC) adalah register yang digunakan untuk menyimpan alamat lokasi dari memori
utama yang berisi instruksi yang sedang diproses. Selama pemrosesan instruksi
oleh CPU, isi dari PC diubah menjadi alamat dari memori utama yang berisi
instruksi berikutnya yang mendapat giliran akan diproses, sehingga bila
pemrosesan sebuah instruksi selesai maka jejak instruksi selanjutnya di memori
utama dapat dengan mudah didapatkan
2.
Accumulator (A) adalah
register yang memiliki kemapuan khusus dalam opersi aritmatika dan logika. Bial
dilihat dari instruksi-instruksi dari assembly Language Z80 maka
operasi-operasi aritmatika dan logika selalu melibtkan accumulator A. Bial
dibandingkan dengan register-register yang lain maka accumulator ini paling
sering digunakan oleh programmer.
3.
Index
register adalah Register yang dipakai untuk melakukan operasi string
dan sering digunakan untuk menulis dan
membaca ke atau dari memory seperti halnya BX dan BP
(Base Pointer), yang terdiri dari register :
1. SI (Source Index)
Dipakai sebagai pointer atau tempat penyimpan data. Registerini sering dipakai sebagai pointer untuk menunjuk sebuah
item (indexing) dalam satu kesatuan
data. Pada operasi string, SI dipakai untuk menunjuk ke byte atau word dalam sebuah source string.
2. DI (Destination Index)
Dipakai sebagai pointer atau tempat penyimpanan data. Sering dipakai sebagai pointer untuk menunjuk sebuah item
(indexing) dalam satu kesatuan data. Pada operasi string, DI dipakai untuk
menunjuk ke byte atau word dalam sebuah destination string.
4.
Stack Pointer
:register yang memiliki fungsi operasi Push & Pop, Operasi push menambah
bagian atas daftar, menyembunyikan semua item yang sudah di stack, atau
menginisialisasi stack jika kosong. Operasi pop menghapus item dari bagian atas
daftar, dan mengembalikan nilai ini ke pemanggil.Sebuah pop mengungkapkan baik
yang sebelumnya telah tersembunyi, atau hasil dalam daftar kosong.
BAB II
Memahami Karakteristik Set Instruksi (Operand dan Operasi)
1.
KARAKTERISTIK DAN FUNGSI SET INSTRUKSI
Operasi dari CPU ditentukan
oleh instruksi-instruksi yang dilaksanakan atau dijalankannya. Instruksi ini
sering disebut sebagai instruksi mesin (mechine instructions) atau instruksi
komputer (computer instructions).
Kumpulan dari instruksi-instruksi
yang berbeda yang dapat dijalankan oleh CPU disebut set Instruksi (Instruction
Set).
2.
ELEMEN-ELEMEN INSTRUKSI
1. Operation Code (Opcode)
menspesifikasikan operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode
biner.
2. Source Operand Reference
operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input
instruksi.
3. Result Operand Reference
Merupakan hasil atau keluaran operasi.
4. Next Instruction Reference
elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus
diambil dan dieksekusi
3. TIPE-TIPE INSTRUKSI
1.
Pengolahan data (data processing)
Meliputi operasi-operasi aritmatika dan logika. Operasi aritmatika memiliki
kemampuan komputasi untuk pengolahan data numerik. Sedangkan instruksi
logika beroperasi terhadap bit-bit word sebagai bit, bukannya sebagai bilangan,
sehingga instruksi ini memiliki kemampuan untuk pengolahan data lain.
2. Perpindahan data (data movement)
berisi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O. untuk dapat diolah oleh CPU maka diperlukan
instruksi-instruksi yang bertugas memindahkan data operand yang diperlukan.
3. Penyimpanan data (data storage)
berisi instruksi-instruksi penyimpanan ke memori. Instruksi penyimpanan
sangat penting dalam operasi komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi
berikutnya, minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakan penyimpanan
walaupun sementara.
4. Kontrol aliran program (program flow control)
Berisi instruksi pengontrolan
operasi dan percabangan. Instruksi ini berfungsi untuk pengontrolan status dan
mengoperasikan percabangan ke set instruksi lain.
4.
TIPE TIPE OPERAND
1.
Addresses
2.
Numbers :
– Integer or fixed point => sebuah integer yang skala dengan faktor
tertentu. Penting untuk dicatat bahwa faktor skala ditentukan oleh jenis, itu
adalah sama untuk semua nilai dari jenis fixed-titik tertentu.
– Floating point => sebuah bilangan yang digunakan untuk menggambarkan
sebuah nilai yang sangat besar atau sangat kecil
– Decimal (BCD )=> sistem pengkodean bilangan desimal yang metodenya
mirip dengan bilangan biner biasa; hanya saja dalam proses konversi, setiap
simbol dari bilangan desimal dikonversi satu per satu, bukan secara keseluruhan
seperti konversi bilangan desimal ke biner biasa.
3.
Characters :
– ASCII (American Standard Code for Information Interchange) =>
suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode
tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter
"|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk
menunjukkan teks.
– EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) => kode
8 bit untuk huruf yang dipakai pada sistem operasi komputer merk IBM, seperti
z/OS, OS/390, VM, VSE, OS/400, serta i5/OS
4.
Logical Data : Bila data berbentuk binary:
0 dan 1
5.
TIPE-TIPE OPERASI
TRANSFER DATA
Menetapkan
lokasi operand sumber dan operand tujuan.
Lokasi-lokasi
tersebut dapat berupa memori, register atau bagian paling atas daripada stack.
Menetapkan
panjang data yang dipindahkan.
Menetapkan
mode pengalamatan.
Tindakan
CPU untuk melakukan transfer data adalah :
1. Memindahkan data dari
satu lokasi ke lokasi lain.
2. Apabila memori
dilibatkan :
Menetapkan
alamat memori.
Menjalankan
transformasi alamat memori virtual ke alamat memori aktual.
Mengawali
pembacaan / penulisan memori
Operasi set instruksi untuk transfer data :
1. MOVE : memindahkan
word atau blok dari sumber ke tujuan
2. STORE : memindahkan
word dari prosesor ke memori.
3. LOAD : memindahkan
word dari memori ke prosesor.
4. EXCHANGE : menukar
isi sumber ke tujuan.
5. CLEAR / RESET :
memindahkan word 0 ke tujuan.
6. SET : memindahkan
word 1 ke tujuan.
7. PUSH : memindahkan
word dari sumber ke bagian paling atas stack.
8. POP : memindahkan
word dari bagian paling atas sumber
6.
INSTRUKSI PERCABANGAN
Tujuan : praktikan dapat menggunakan instruksi percabangan dalam program.
Teori
Instruksi percabangan berfungsi untuk membelokkan runtun eksekusi program
yang semula sekuensial menjadi melompat ke instruksi yang lainnya. Instruksi
percabangan terdiri atas instruksi percabangan tanpa syarat dan bersyarat.
Percabangan Tanpa Syarat
Sintaks:
JMP label
Contoh:
MOV AL,5
MOV BL,5
JMP stop
NOP
stop:RET
Percabangan Bersyarat
Percabangan bersyarat yaitu
instruksi yang akan melaksanakan percabangan ke suatu instruksi lain jika
kondisinya terpenuhi, jika kondisi tidak terpenuhi maka instruksi selanjutnya
(di bawahnya) yang akan dieksekusi. Instruksi percabangan dapat dikelompokkan
menjadi tiga group, yaitu :
1. Menguji satu bit flag
2. Membandingkan bilangan bertanda
3. Membandingkan bilangan tak bertanda
|
Menguji Satu Bit Instruksi
|
Deskripsi
|
Kondisi
|
|
JZ, JE
|
Jump if Zero (Equel)
|
ZF = 1
|
|
JC , JB, JNAE
|
Jump if Carry (Below, Not Above Equal).
|
CF = 1
|
|
JS
|
Jump if Sign.
|
SF = 1
|
|
JO
|
Jump if Overflow
|
OF = 1
|
|
JPE, JP
|
Jump if Parity Even.
|
PF = 1
|
|
JNZ , JNE
|
Jump if Not Zero (Not
Equal).
|
ZF = 0
|
|
JNC , JNB, JAE
|
Jump if Not Carry (Not
Below, Above Equal).
|
CF = 0
|
|
JNS
|
Jump if Not Sign.
|
SF = 0
|
|
JNO
|
Jump if Not Overflow.
|
OF = 0
|
|
JPO, JNP
|
Jump if Parity Odd (No
Parity).
|
PF = 0
|
|
Membandingkan Bilangan
Bertanda Instruksi
|
Deskripsi
|
Kondisi
|
|
JE , JZ
|
Jump if Equal (=). Jump if Zero.
|
ZF = 1
|
|
JNE , JNZ
|
Jump if Not Equal (<>). Jump if Not Zero.
|
ZF = 0
|
|
JG , JNLE
|
Jump if Greater (>). Jump if Not Less or Equal
(not <=)
|
ZF = 0 and
SF = OF
|
|
JL , JNGE
|
Jump if Less (<). Jump if Not Greater or Equal
(not >=).
|
SF <> OF
|
|
JGE , JNL
|
Jump if Greater or Equal (>=). Jump if Not Less
(not <).
|
SF = OF
|
|
JLE , JNG
|
Jump if Less or Equal (<=).Jump if Not Greater
(not >).
|
ZF = 1 or
SF <> OF
|
|
Membandingkan bilangan tak
bertanda Instruksi
|
Deskripsi
|
Kondisi
|
|
JE , JZ
|
Jump if Equal (=). Jump if Zero.
|
ZF = 1
|
|
JNE , JNZ
|
Jump if Not Equal (<>). Jump if Not Zero.
|
ZF = 0
|
|
JA , JNBE
|
Jump if Above (>). Jump if Not Below or Equal
(not <=).
|
CF = 0 and
ZF = 0
|
|
JB , JNAE, JC
|
Jump if Below (<). Jump if Not Above or Equal
(not >=). Jump if Carry.
|
CF = 1
|
|
JAE , JNB, JNC
|
Jump if Above or Equal (>=). Jump if Not Below
(not <). Jump if Not Carry.
|
CF = 0
|
|
JBE , JNA
|
Jump if Below or Equal (<=). Jump if Not Above
(not >).
|
CF = 1 or ZF = 1
|
Sintaks:
OP-CODE label
Contoh:
MOV AL,5
MOV BL,5
CMP AL,BL
JE stop
ADD BL
stop:RET
Secara umum jika akan
membandingkan dua buah bilangan maka menggunakan instruksi CMP.
Bahan
dan ALat
- Personal Komputer
- Program EMU8086
7.
MEMECAHKAN MASALAH (Contoh Kasus)
If..Then..Else Bentuk umum :
IF kondisi THEN {Statement 1} ELSE {Statement 2}
Contoh kasus:sebuah aturan untuk menonton sebuah film
tertentu adalah sebagai berikut.jika usia penonton lebih dari 17 tahun maka
penonton diperbolehkan dan apabila usia penonton kurang dari 17 tahun maka
penonton tidak diperbolehkan nonton.
I. Buatlah dalam bahasa pascal untuk permasalahan
tersebut dengan menggunakan IF..Then..Else.
Penyelesaian: Permasalahan diatas merupakan ciri
permasalahan yang menggunakan struktur percabangan. Hal ini ditandai dengan
adanya pernyataan jika..maka..(atau if … Then )
uses crt;
var a : integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukkan usia anda =’);
readln(a);
if a>= 17 then
begin
write(‘Anda boleh masuk’)
else
write(‘Anda
tidak boleh masuk’)
end;
readkey;
end.
II.
Case OF
Bentuk
umum : CASE ungkapan Of
Statement 1
Statement 2
Dst.
Contoh kasus : Tampilkan
kalimat sesuai dengan kode kalimat, contoh : jika memasukkan angka 1 maka yang
keluar “satu”, jika memeasukkan dua maka yang keluar ”dua”, dst sampai 5.
Penyelesaian
uses crt;
var a :
integer;
begin
clrscr;
write(‘Masukkan
angka pilihan anda 1 sampai 5=’);
readln(a);
Case a Of
1: begin
Write(‘satu’);
End;
2: begin
Write(‘dua’);
End;
3: begin
Write(‘tiga’);
End;
4: begin
Write(‘empat’);
End;
5: begin
Write(‘lima’);
End;
Readkey;
BAB III
Memahami Mode Dan Format Penglamatan
1.
Mode dan Format Pengalamatan
Mode pengalamatan adalah bagaimana cara menunjuk dan mengalamati suatu lokasi memori pada sebuah alamat di mana operand akan diambil.
Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi
terdiri dari opcode (kode operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan
memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini
meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.
mode format pengalamatan
Operation code (op code)
Source operand reference
Result operand reference
Xext instruction preference
2. Mode Pengalamatan Inherent
Dalam mode pengalamatan inherent, semua informasi yang dibutuhkan untuk
operasi telah diketahui otomatis oleh CPU, dan tidak dibutuhkan operan
eksternal dari memori atau dari program. Operan yang digunakan hanyalah
register internal dari CPU atau data dalam stack. Karena itu operasi ini
hanyalah terdiri dari satu byte instruksi.
3. Mode Pengalamatan Immediate
Dalam mode pengalamatan immediate, operan terkandung di dalam byte yang
langsung mengikuti kode operasi. Mode ini digunakan saat suatu harga atau
konstanta diketahui saat program dibuat dan tidak akan dirubah selama eksekusi
program. Operasi dengan mode ini membutuhkan dua byte instruksi, satu untuk
kode operasi dan satu lagi untuk data byte.
4. Mode Pengalamatan Direct
Mode pengalamatan direct mirip dengan mode pengalamatan extended kecuali
bahwa upper byte dari alamat operan selalu dianggap $00. Karena itu, hanya
lower-byte dari operan yang diperlukan untuk dimasukkan dalam instruksi.
Pengalamatan direct menyebabkan efisiensi alamat dalam 256 byte pertama dalam
memori. Area ini dinamakan dengan direct page dan mengandung on-chip RAM dan
register I/O. Pengalamatan direct ini efisien bagi memori program dan waktu
eksekusi. Dalam mode ini instruksi terdiri dari dua byte, satu untuk kode
operasi dan satu lagi untuk alamat operand.
5. Mode Pengalamatan Extended
Dalam mode pengalamatan extended, alamat dari operan terkandung dalam dua
byte yang mengikuti kode operasi. Pengalamatan extended ini dapat digunakan
untuk mengakses semua lokasi dalam memori mikrokontroler termasuk I/O, RAM,
ROM, dan EPROM. Karena itu operasi ini membutuhkan tiga byte, satu untuk kode
operasi, dan dua untuk alamat dari operan.
6. Mode Pengalamatan Indexed
Dalam mode pengalamatan indexed, alamat efektif adalah variabel dan
tergantung pada dua faktor: 1) isi index register saat itu dan 2) nilai offset
yang terkandung dari byte yang mengikuti kode operasi. Terdapat tiga jenis
pengalamatan indexed yang didukung oleh CPU keluarga M68HC05, yaitu: no-offset,
8-bit offset, dan 16-bit offset. Dalam mode pengalamatan indexed-no offset,
alamat efektif dari operan terkandung dalam index register 8-bit. Karena itu,
mode pengalamatan ini dapat mengakses 256 lokasi memori (dari $0000 sampai
$00FF). Instruksi mode ini membutuhkan satu byte instruksi.
7. Mnemonic Operation, Machine Code,
Addressing Mode
Mnemonic Operation
Kode operasi (opcode)
direpresentasi kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut mnemonic.
Mnemonic mengindikasikan suatu
operasi bagi CPU.
Contoh mnemonic adalah :
– ADD = penambahan
– SUB = substract (pengurangan)
– LOAD = muatkan data ke memori
Setiap opcode simbolik memiliki representasi biner yang tetap dan
programer dapat menetapkan lokasi
masing – masing operand
Operand dari Operation
Memori ke memori.
Dalam hal ini data berasal dan kembali ke memori, dan tahap operasi secara
umum adalah :
a.
Ambil nilai operand dari memori
b. Eksekusi operasi yang diperlukan
c. Kembalikan hasilnya ke memori
Memori ke register.
Yaitu memindah nilai dari data kememori ke register. Satu nilai data
berasal dari memori dan satu lagi dari register. Hasil eksekusi dikembalikan ke
memori atau ke register dimana operand berasal.
Register ke register.
Dalam hal ini digunakan sejumlah register untuk menyimpan seluruh nilai
data yang akan digunakan dalam komputasi. Data harus diambil dari memori oleh
sederet instruksi sebelum komputasi dimulai. Setelah komputasi dilakukan maka
hasilnya dikembalikan lagi dengan register
Machine Code
Elemen Instruksi Mesin
1. Operation code (Op
code)
Menspesifikasi operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode
biner
2. Source Operand
reference
Operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input operasi
3. Result Operand
reference
Merupakan hasil atau keluaran operasi
4. Next Instruction
Reference
Elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi
Addressing Mode ( Mode Pengalamatan )
Mengatasi keterbatasan format instruksi :
Dapat mereferensi lokasi memori yang besar
Mode pengalamatan yang mampu menangani keterbatasan
tersebut :
1. Masing – masing
prosesor menggunakan mode pengalamatan yang berbeda – beda.
2. Memiliki pertimbangan
dalam penggunaannya.
Ada beberapa teknik pengalamatan :
a. Immediate Addressing
Bentuk pengalamatan ini yang paling sederhana :
Operand benar – benar ada dalam instruksi atau bagian
dari instruksi = Operand sama dengan field alamat.
Umumnya bilangan akan disimpan dalam bentuk komplemen
dua.
Bit paling kiri sebagai bit tanda.
Ketika operand dimuatkan ke dalam register data, bit
tanda akan digeser ke kiri hingga maksimum word data
Contoh : ADD 5 ; tambahkan 5 pada
akumulator
Keuntungan
Mode ini adalah tidak adanya referensi memori selain
dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand.
Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan
akan cepat.
Kerugiannya
Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat
b. Direct
Addressing
Pengalamatan langsung
Kelebihan :
Field alamat berisi efektif address sebuah operand.
Teknik ini banyak digunakan pada komputer lama dan
komputer kecil.
Hanya memerlukan sebuah referensi memori dan tidak
memerlukan kalkulasi khusus.
Kelemahan :
Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat
biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word
Contoh : ADD A ; tambahkan isi pada lokasi alamat A ke akumulator
c. Indirect Addressing
Mode pengalamatan tak langsung
Field alamat mengacu pada alamat word di dalam memori, yang pada gilirannya
akan berisi alamat operand yang panjang
Contoh : ADD (A) ; tsmbahkan isi
yang ditunjuk oleh isi alamat A ke akumulator
Keuntungan : Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat
yang dapat referensi.
Kerugian : Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga
memperlambat proses
d. Register Addressing
Metode pengalamatan register mirip dengan mode
pengalamatan langsung.
Perbedaannya terletak pada field alamat yang
mengacu pada register, bukan pada memori
utama.
Field yang mereferensi register memiliki panjang 3
atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose.
Keuntungan pengalamatan register
Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam
instruksi dan tidak diperlukan referensi memori.
Akses ke register lebih cepat daripada akses ke
memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat
Kerugian
Ruang alamat menjadi terbatas
e. Register Indirect Addressing
Metode pengalamatan register tidak langsung mirip
dengan mode pengalamatan tidak langsung.
Perbedaannya
adalah field alamat mengacu pada alamat register.
Letak operand
berada pada memori yang ditunjuk oleh isi register.
Keuntungan dan keterbatasan pengalamatan register
tidak langsung pada dasarnya sama dengan pengalamatan tidak langsung.
– Keterbatasan field alamat diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak
langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak.
– Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register
tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori
– utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan
tidak langsung
f. Displacement Addressing
Menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan
pengalamatan register tidak langsung.
Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah
field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit.
Field eksplisit bernilai A dan
field implisit mengarah pada register
Operand berada pada alamat A ditambah isi register.
Tiga model displacement
1.Relative Addressing
2.Base Register Addressing
3.Indexing
Relative addressing, register yang direferensi secara
implisit adalah program counter (PC).
Base register addressing, register yang direferensikan
berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat
itu.
Indexing adalah field alamat mereferensi alamat memori
utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat
tersebut.
g. Stack Addressing
Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list
= last-in-firstout-queue.
Stack merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir
ditambahkan ke puncak stack sehingga setiap saat blok akan terisi secara
parsial.
Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang
nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack.
Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam
register CPU, yang dalam hal ini stack ponter mereferensi ke elemen ketiga
stack.
Stack pointer tetap berada di dalam register.
Dengan demikian, referensi – referensi ke lokasi stack
di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung
8.
Listing Alamat, Mnemonic, Code Machine dan Addressing Mode
Listing Alamat
Mnemonic
Kode operasi (opcode)
direpresentasi kan dengan singkatan – singkatan, yang disebut mnemonic.
Mnemonic mengindikasikan suatu
operasi bagi CPU.
Contoh mnemonic adalah :
– ADD = penambahan
– SUB = substract (pengurangan)
– LOAD = muatkan data ke memori
Setiap opcode simbolik
memiliki representasi biner yang tetap dan programer dapat menetapkan lokasi masing –
masing operand
Code Machine
Elemen Instruksi Mesin
1.
Operation code (Op code)
Menspesifikasi operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode
biner
2.
Source Operand reference
Operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input operasi
3.
Result Operand reference
Merupakan hasil atau keluaran operasi
4.
Next Instruction Reference
Elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi
Addressing Mode ( Mode Pengalamatan )
Mengatasi keterbatasan format instruksi :
– Dapat mereferensi lokasi memori yang besar
– Mode pengalamatan yang mampu menangani keterbatasan
tersebut :
1. Masing – masing
prosesor menggunakan mode pengalamatan yang berbeda – beda.
2. Memiliki pertimbangan
dalam penggunaannya
Komentar
Posting Komentar